InternasionalJakartaTerkini

Prabowo Hadiri Board of Peace di AS, Rekonstruksi Gaza Jadi Sorotan Dunia

230
×

Prabowo Hadiri Board of Peace di AS, Rekonstruksi Gaza Jadi Sorotan Dunia

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com – Jakarta
Presiden Republik Indonesia (RI) dijadwalkan menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2). Forum yang digagas Presiden AS itu langsung menyita perhatian dunia karena diklaim akan menjadi wadah baru penanganan krisis dan rekonstruksi Jalur Gaza Palestina—namun menuai kontroversi sejak awal.

Kehadiran Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi ini menjadi sorotan, mengingat Indonesia selama ini dikenal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur multilateral, terutama lewat .

Diplomasi Indonesia di Tengah Pusaran Geopolitik

Prabowo tiba di AS pada Selasa (17/2) didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral serta Sekretaris Kabinet . Selain menghadiri KTT BoP, Presiden RI juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral.

Partisipasi Indonesia di forum ini dinilai strategis sekaligus sensitif. Di satu sisi, kehadiran RI membuka ruang diplomasi langsung dalam pembahasan rekonstruksi Gaza. Di sisi lain, BoP disebut-sebut berpotensi melemahkan peran PBB sebagai lembaga internasional yang selama ini memfasilitasi resolusi konflik Palestina-Israel.

Baca Juga:  Kini Menjadi Sorotan: Karya Terbaru Veri Apriyatno, "Gadis Mandi Hujan"

Rekonstruksi Gaza dan Pasukan ISF

Dalam KTT perdana ini, Trump disebut akan mengumumkan rincian penggalangan dana rekonstruksi Gaza. Melalui platform Truth Social, ia mengklaim anggota BoP telah berkomitmen menggelontorkan dana sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp84 triliun.

Selain pendanaan, Trump juga akan memaparkan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF), termasuk negara-negara yang akan berkontribusi secara militer.

Namun hingga kini belum jelas negara mana saja yang secara resmi menyatakan komitmen dana tersebut, serta bagaimana mekanisme penyalurannya.

Daftar Pemimpin Dunia: Siapa Hadir, Siapa Absen?

Sejumlah pemimpin dunia telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk Perdana Menteri (PM) Israel , PM Pakistan , PM Hungaria , serta Presiden Argentina .

Baca Juga:  PENCEGAATAN JEPANG TERHADAP PESAWAT MILITER RUSIA – TU-95MS BERKAPASITAS NUKLIR DEKATI RUANG UDARA, MOSKOW KLAIM PATUH ATRIUM

Namun sejumlah negara memilih tidak bergabung. Presiden Rusia dipastikan absen, begitu pula Presiden Belarusia . PM India juga belum memutuskan untuk bergabung.

Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris menolak bergabung dalam BoP. Italia dan Yunani memilih hadir sebagai pengamat. Uni Eropa pun dikabarkan hanya mengirim delegasi tanpa menjadi anggota resmi.

Hamas Waspadai “Kedok” Baru

Dari Gaza, kelompok Hamas menyampaikan peringatan keras. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menilai BoP berpotensi dijadikan “kedok” oleh Israel untuk melanjutkan operasi militer di tengah klaim rekonstruksi.

Hamas mendesak agar dewan bentukan Trump tersebut benar-benar berfokus pada penghentian agresi dan pemulihan kemanusiaan, bukan sekadar legitimasi politik baru di tengah konflik yang masih memakan korban sipil.

Vatikan Tegaskan Peran PBB

Penolakan tegas juga datang dari . Kardinal Pietro Parolin menyatakan Takhta Suci tidak akan bergabung karena memiliki status khusus dalam hubungan internasional.

Baca Juga:  Tiga Eks Bos Pertamina Minta Bebas, Jaksa Tuntut Uang Pengganti Tembus Rp13,4 Triliun

Menurut Vatikan, penanganan krisis kemanusiaan seperti di Gaza seharusnya tetap berada di bawah koordinasi PBB, bukan badan baru yang berpotensi memecah konsensus global.

Ujian Politik Luar Negeri Indonesia

Kehadiran Prabowo di forum ini menjadi ujian awal diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinannya. Apakah Indonesia akan berperan sebagai jembatan dialog dan memastikan rekonstruksi Gaza berjalan transparan dan adil? Atau justru forum ini akan menimbulkan dinamika baru dalam posisi Indonesia di kancah internasional?

Yang jelas, pertemuan perdana Board of Peace bukan sekadar forum teknis rekonstruksi. Ia telah menjadi panggung geopolitik baru—di mana kepentingan kemanusiaan, kekuatan global, dan arah diplomasi negara-negara besar dipertaruhkan.

Redaksi Sulut1News