Manado

Richard Sualang Gaungkan Toleransi, Manado Siap Sambut Nyepi dan Idul Fitri dalam Harmoni

112
×

Richard Sualang Gaungkan Toleransi, Manado Siap Sambut Nyepi dan Idul Fitri dalam Harmoni

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado — Di tengah momentum langka bertemunya dua perayaan besar lintas iman, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang tampil membawa pesan kuat: toleransi bukan sekadar slogan, tetapi fondasi utama menjaga harmoni Kota Manado.

Pesan itu disampaikannya saat menghadiri langsung prosesi sakral Tawur Agung Kesanga dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (18/3/2026). Kehadirannya menjadi simbol nyata dukungan pemerintah terhadap kehidupan beragama yang damai dan inklusif, terlebih di saat Nyepi berdekatan dengan Idul Fitri.

Dalam suasana yang sarat makna spiritual dan budaya, Sualang menyoroti bahwa kedekatan dua hari besar ini bukan kebetulan semata, melainkan momentum strategis memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Ia menilai, Manado kembali diuji sekaligus diberi kesempatan menunjukkan jati dirinya sebagai kota toleran.

Baca Juga:  Richard Sualang Terpilih sebagai Ketua Umum KONI Manado 2025–2029

“Ini bukan hanya soal perayaan keagamaan, tetapi bagaimana kita merawat kebersamaan. Perbedaan yang ada justru menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan,” tegasnya.

Mengangkat tema Nyepi tahun ini, “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”, Sualang menyebut nilai tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Manado yang terbuka dan menjunjung tinggi kebersamaan lintas iman.

Rangkaian Tawur Agung Kesanga sendiri berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak. Mulai dari ritual penyucian, persembahyangan bersama yang dipimpin Pinandita Jero Gede Nyoman Sukra, hingga pawai ogoh-ogoh yang menjadi daya tarik budaya. Penampilan tarian sakral Rejang Renteng turut memperkuat nuansa spiritual sekaligus kearifan lokal umat Hindu di kota ini.

Baca Juga:  Di Balik Asap Mega Mall: Kepekaan Hati Gubernur Yulius dan Penghargaan Bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Di sisi lain, Pemerintah Kota Manado tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga memastikan kesiapan konkret dalam menjaga stabilitas daerah. Koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri dilakukan untuk menjamin keamanan selama rangkaian Nyepi hingga perayaan Idul Fitri berlangsung.

Sualang pun menyampaikan harapannya agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh makna. Ia menegaskan, ruang ibadah setiap agama harus dijaga bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

“Umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk, dan umat Muslim menyambut Idul Fitri dengan suka cita. Inilah wajah Manado yang harus terus kita pertahankan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari panitia pelaksana yang menilai kehadiran pemerintah menjadi bukti nyata perhatian terhadap umat Hindu. Mereka mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan Nyepi telah berlangsung sejak jauh hari, termasuk ritual Melasti dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas.

Baca Juga:  Sulut Jadi Percontohan Nasional: Joune Ganda Pimpin MIPI, Jembatan Ilmu dan Praktik Pemerintahan

Lebih dari sekadar perayaan, momen berdekatan antara Nyepi dan Idul Fitri tahun ini menegaskan satu hal penting: Manado bukan hanya kota yang beragam, tetapi juga mampu merawat perbedaan menjadi kekuatan. Sebuah potret harmoni yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga dijaga bersama.
(EL)