ManadoSulut

Sejarah Baru PWI Sulut: Sintya Bojoh Buka Jalan Kepemimpinan Perempuan

192
×

Sejarah Baru PWI Sulut: Sintya Bojoh Buka Jalan Kepemimpinan Perempuan

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado, 19 Maret 2026 — Momentum bersejarah tercatat di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Manado, saat proses pendaftaran calon ketua periode 2026–2031 resmi dibuka. Untuk pertama kalinya dalam sejarah organisasi di tingkat provinsi ini, seorang jurnalis perempuan tampil sebagai kandidat ketua, menandai babak baru dalam dinamika kepemimpinan pers di daerah.

Adalah Sintya Nidya Christin Bojoh, wartawati dari televisi nasional, yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua PWI Sulut. Kehadirannya bukan sekadar menambah daftar kandidat, tetapi juga memecah dominasi panjang kepemimpinan laki-laki dalam tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Langkah Sintya dinilai sebagai simbol perubahan sekaligus refleksi berkembangnya peran perempuan dalam dunia jurnalistik, khususnya di Sulawesi Utara. Di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks—mulai dari disrupsi digital hingga isu independensi pers—kemunculan figur perempuan dalam kontestasi ini membawa harapan baru akan pendekatan kepemimpinan yang lebih inklusif dan adaptif.

Baca Juga:  Jemmy Ringkuangan Ingatkan, Literasi dan Disiplin Keuangan Jadi Penentu Masa Depan UMKM

Dalam keterangannya usai pendaftaran, Sintya menegaskan bahwa pencalonannya bukan semata soal representasi gender, melainkan komitmen untuk memperkuat profesionalisme wartawan dan memperluas ruang kolaborasi di tubuh PWI.

“Ini bukan hanya tentang perempuan, tapi tentang membuka ruang yang setara bagi semua insan pers untuk berkontribusi. PWI harus menjadi rumah bersama yang progresif, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap menjaga integritas jurnalistik,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas wartawan di era digital, perlindungan terhadap jurnalis, serta penguatan peran PWI sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Ia juga mendorong adanya regenerasi kepemimpinan yang sehat dan transparan.

Pendaftaran Sintya disambut antusias oleh sejumlah anggota PWI Sulut yang hadir. Banyak yang melihat langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa organisasi profesi wartawan di daerah mulai bergerak menuju kultur yang lebih terbuka dan setara.

Baca Juga:  Natal Kedua di Kakas: Gubernur Yulius Rayakan di Kampung Halaman, Bagikan "Hadiah" Capaian Pembangunan ke Warga

Pengamat media lokal menilai, kontestasi kali ini berpotensi menjadi titik balik bagi PWI Sulut dalam membangun citra organisasi yang lebih modern dan responsif terhadap isu-isu kontemporer, termasuk kesetaraan gender dan profesionalisme pers.

Dengan dibukanya pendaftaran calon ketua, dinamika menuju konferensi provinsi PWI Sulut dipastikan akan semakin menarik. Publik kini menantikan gagasan, visi, serta pertarungan ide yang akan mewarnai proses demokrasi di tubuh organisasi tersebut.

Jika terpilih, Sintya tak hanya mencatat sejarah sebagai ketua perempuan pertama, tetapi juga berpeluang mengukir arah baru bagi PWI Sulawesi Utara di tengah lanskap media yang terus berubah.

(EL)