InternasionalJakarta

TEGANG! AS vs Iran di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

76
×

TEGANG! AS vs Iran di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com,  Sabtu, 31 Januari 2026, Jakarta – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas dengan ancaman serangan dari Presiden Donald Trump jika pembicaraan terkait program nuklir Iran tidak mencapai kesepakatan. AS telah mengerahkan sebanyak 10 kapal perang di wilayah perairan Timur Tengah dan siap menjalankan operasi jika mendapat perintah resmi.

“Mereka seharusnya tak mengejar kemampuan nuklir. Kami akan siap untuk memberikan apa pun yang diharapkan presiden ini dari Departemen Perang,” ujar Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth dalam pernyataannya yang diperkuat dengan penegasan siaga tempur penuh.

Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap tegas dan tidak gentar menghadapi ancaman tersebut. Pemerintah Iran menyatakan enggan untuk melanjutkan negosiasi dalam suasana yang penuh dengan ancaman kekerasan.

Sebagai gambaran kondisi yang semakin memburuk, berikut adalah perbandingan kekuatan militer kedua negara yang tengah bersitegang:

AMERIKA SERIKAT: RAJA MILITER DUNIA

Menurut data situs pemantau pertahanan militer Global Fire Power (GFP) per Januari 2026, Amerika Serikat tetap memegang peringkat pertama sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia.

Baca Juga:  Grace Natalie Tegaskan PSI Tak Terlibat: “Ini Sikap Pribadi, Bukan Sikap Partai”

– Personel Militer: Sebanyak 2,1 juta orang, dengan rincian 1,3 juta personel aktif dan 799.500 personel cadangan.
– Angkatan Darat: 1.174.890 personel
– Angkatan Laut: 612.124 personel
– Angkatan Udara: 708.758 personel
– Persenjataan Utama:
– Angkatan Udara: Memiliki total 13.032 pesawat terbang, terdiri dari 1.791 pesawat tempur, 926 pesawat serang, 917 pesawat angkut, 2.610 pesawat latih, dan 611 pesawat untuk misi khusus. Selain itu, ada 610 kapal tanker udara dan 5.913 helikopter (termasuk 1.024 helikopter serang).
– Angkatan Darat: Mengoperasikan 4.666 tank tempur, lebih dari 409.000 kendaraan lapangan, dan 1.521 unit artileri self-propelled.
– Angkatan Laut: Meskipun data rincian belum disebutkan, pengerahan 10 kapal perang ke Timur Tengah menjadi bukti kapasitas proyeksi kekuatan yang luar biasa, dengan armada yang mencakup kapal induk, kapal perang tempur, dan kapal selam canggih.

Selain itu, AS juga memiliki kapasitas industri pertahanan yang besar, sistem komando dan kontrol yang terintegrasi, serta jaringan pasukan sekutu yang luas di seluruh dunia.

Baca Juga:  Perwira Polisi Terseret Jaringan Narkoba KE, Aliran Dana Rp2,8 Miliar Terungkap

IRAN: DAYA TAHAN DAN STRATEGI KHUSUS

Meskipun tidak berada di peringkat teratas seperti AS, Iran memiliki kekuatan militer yang tidak bisa dianggap remeh, dengan fokus pada kemampuan pertahanan dan taktik guerrilla yang telah diasah selama bertahun-tahun.

– Personel Militer: Menurut GFP, Iran memiliki sekitar 585.000 personel aktif dan lebih dari 350.000 personel cadangan, dengan total sekitar 935.000 personel militer. Selain itu, negara ini juga memiliki pasukan sukarelawan yang siap bertempur.
– Persenjataan Utama:
– Angkatan Udara: Memiliki sekitar 500 pesawat terbang, sebagian besar merupakan model lama namun telah dilakukan modernisasi bertahap. Iran juga mengembangkan kemampuan drone militer yang cukup signifikan, digunakan untuk pengintaian dan serangan terbatas.
– Angkatan Darat: Memiliki lebih dari 1.600 tank tempur, ribuan kendaraan lapangan, dan sistem artileri yang meliputi meriam dan rudal permukaan-ke-permukaan.
– Angkatan Laut: Meskipun skala armadanya lebih kecil, Iran memiliki keunggulan dengan kapal-kapal cepat yang dilengkapi rudal anti-kapal, serta kapal selam konvensional yang siap beroperasi di wilayah Teluk Persia dan Laut Oman.
– Sistem Rudal: Salah satu kekuatan utama Iran adalah persediaan rudal beragam jenis, mulai dari rudal permukaan-ke-udara, rudal anti-kapal, hingga rudal balistik dengan jangkauan menengah yang mampu menjangkau wilayah sekitarnya.

Baca Juga:  Testnet2 Dimulai, Protocol v23 Siap Melangkah ke Pemanfaatan Nyata

Iran juga mengandalkan lokasi geografis yang strategis di Teluk Persia, di mana sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz.

KONTEKS PERMASALAHAN

Ketegangan saat ini bermula dari ketidaksetujuan AS terhadap program nuklir Iran, yang dikhawatirkan akan digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran sendiri menyatakan bahwa programnya hanya untuk tujuan damai, seperti pembangkit listrik dan penelitian medis.

Negosiasi yang sebelumnya dilakukan untuk membatasi program nuklir Iran telah mengalami kemunduran, dan sikap tegas kedua pihak membuat peluang untuk penyelesaian damai semakin sempit. Komunitas internasional telah menyampaikan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya konflik yang dapat berdampak luas pada stabilitas regional dan pasar energi global.
Redaksi Sulut1News