Sulut

Wagub Victor Mailangkay: Olahraga Harus Jadi Investasi Kesehatan dan Kualitas SDM Sulut

26
×

Wagub Victor Mailangkay: Olahraga Harus Jadi Investasi Kesehatan dan Kualitas SDM Sulut

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Utara menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap olahraga.

Olahraga tidak lagi diposisikan sebatas agenda tahunan, pertandingan, atau seremoni, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Upacara Haornas yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para pelaku olahraga itu dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay. Ia hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.

Dalam kesempatan tersebut, Victor membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir.

Dalam amanatnya, Menpora menegaskan bahwa olahraga merupakan investasi bangsa, bukan biaya.

Investasi melalui olahraga, kata dia, berarti membangun manusia Indonesia secara utuh. Olahraga membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang.

Selain itu, olahraga juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat agar lebih bugar, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” yang menjadi tema Haornas 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan sebagai gerakan nasional dan bagian dari agenda pembangunan.

Baca Juga:  Wakil Gubernur YSK, Denny Mangala: Dorong Persatuan melalui Kodam Merdeka RUN 2025, Simbol Kepahlawanan Modern Sulut

Salah satu arah kebijakan yang ditekankan dalam amanat tersebut adalah pentingnya peran pemerintah daerah sebagai motor utama gerakan masyarakat aktif dan bugar.

Pemerintah daerah didorong memastikan ketersediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, serta jalur bersepeda yang aman dan mudah diakses.

Program olahraga juga harus dirancang agar mudah, murah, aman, dan inklusif sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, olahraga tidak hanya diperuntukkan bagi atlet atau mereka yang mengikuti kompetisi. Olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik, hingga lingkungan keluarga.

Menpora juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan olahraga tidak cukup diukur dari banyaknya event yang diselenggarakan.

Ukuran yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah perlu memiliki data mengenai jumlah masyarakat yang aktif bergerak, jumlah warga yang rutin berolahraga, serta perkembangan tingkat kebugaran masyarakat.

Baca Juga:  Talaud Prioritas Pembangunan Infrastruktur Listrik 24 Jam: Sinyal Terang untuk Wilayah Perbatasan

Data yang valid dan indikator yang terukur harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Pendekatan ini menandai pergeseran orientasi pembangunan olahraga, dari sekadar mengejar jumlah kegiatan menuju pembentukan budaya hidup aktif yang dampaknya dapat diukur secara nyata.

Pembangunan olahraga juga harus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat.

Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan dan perkotaan, hingga penyandang disabilitas harus memiliki akses yang setara untuk bergerak dan berolahraga.

Transformasi budaya olahraga diharapkan mampu mendorong masyarakat bergerak dari kondisi pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, kemudian produktif, hingga turut memperkuat bangsa.

Di sisi lain, prestasi olahraga tetap harus didorong. Namun, atlet berprestasi tidak lahir dari ruang hampa. Mereka tumbuh dari lingkungan masyarakat yang memiliki budaya gemar berolahraga.

Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga perlu dibangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan saling menguatkan.

Baca Juga:  Tiga Prodi Raih Akreditasi Unggul dalam Tiga Bulan, FISIP Unsrat Pasang Target Lebih Tinggi

Kehadiran Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam upacara Haornas ke-43 di Sulawesi Utara menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa upaya membangun masyarakat sehat dan bugar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga, hingga masyarakat luas.

Menpora mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak menunggu dan tidak menganggap olahraga sebagai aktivitas yang mahal atau rumit.

Masyarakat dapat memulainya dari kegiatan sederhana, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, senam bersama, atau aktivitas fisik lain sesuai kemampuan masing-masing.

“Indonesia yang bugar tidak dibangun oleh satu kementerian. Indonesia yang bugar dibangun oleh seluruh bangsa,” demikian pesan Menpora dalam amanatnya.

Peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026 di Sulawesi Utara diharapkan menjadi titik penguatan gerakan bersama menuju masyarakat yang lebih aktif, sehat, bugar, dan produktif.

Ayo bergerak. Ayo berolahraga. Ayo bugarkan Indonesia. (EL)