Sulut

Yulius Selvanus Tekankan Disiplin ASN: WFH Harus Produktif, Pelayanan Tak Boleh Kendor

324
×

Yulius Selvanus Tekankan Disiplin ASN: WFH Harus Produktif, Pelayanan Tak Boleh Kendor

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado — Apel perdana pasca libur panjang Idulfitri dan Nyepi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Senin (30/3/2026), menjadi momentum penting penegasan disiplin aparatur. tampil tegas di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin langsung apel di Lapangan Kantor Gubernur.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran integritas maupun penyalahgunaan kewenangan, terlebih di tengah penerapan kebijakan kerja baru.

“Kita digaji oleh negara! Tidak ada alasan untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas,” tegasnya, disambut suasana hening peserta apel.

Memasuki pekan kerja usai libur, Pemprov Sulut resmi menerapkan skema Work From Home (WFH) 50 persen. ASN dijadwalkan bekerja dari rumah setiap Rabu dan Kamis. Namun kebijakan ini, menurut Gubernur, bukan ruang untuk bermalas-malasan.

Baca Juga:  Ekonomi Sulut Tumbuh 5,54 Persen, Jadi yang Terkuat di Kawasan Timur Indonesia

“Saya senang kalian tepuk tangan, tapi jangan sampai WFH malah dipakai untuk urusan lain,” sindirnya.

Usai apel, ia kembali menegaskan bahwa WFH adalah bagian dari tanggung jawab, bukan hak untuk berleha-leha.

“WFH itu benar-benar bekerja dari rumah, bukan cuti. Mari lupakan suasana libur dan kembali fokus. Pelayanan publik tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Ia bahkan mengingatkan bahwa kinerja ASN kini berada dalam pengawasan publik. Penilaian negatif terhadap aparatur, menurutnya, bisa muncul jika disiplin tidak dijaga.

Tak hanya soal kinerja administratif, Gubernur juga menaruh perhatian serius pada kebersihan lingkungan kerja. Ia mewajibkan seluruh ASN melaksanakan kerja bakti (korve) rutin setiap Selasa dan Jumat.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Dorong Sulut Jadi Kekuatan Ekonomi Biru Dunia

Selasa diperuntukkan bagi masing-masing perangkat daerah untuk membersihkan lingkungan kerja secara mandiri, sementara Jumat akan dilaksanakan bersama unsur Forkopimda.

“Jangan tunggu disuruh! Lihat sampah, langsung ambil. Jangan masa bodoh!” tegasnya.

Ia menyoroti masih ditemukannya sampah plastik dan puntung rokok di area kantor sebagai indikator rendahnya kepedulian.

Di tengah penegasan disiplin, Gubernur juga menyampaikan capaian positif sektor pariwisata Sulut yang melonjak hingga 56 persen, menempatkan daerah ini di posisi kedua nasional dalam kunjungan wisatawan mancanegara.

Namun, ia mengingatkan agar capaian ini tidak membuat jajaran cepat berpuas diri.

“Jangan GR! Ini bukan hanya karena pariwisata, tapi karena kerja kita semua, termasuk kebersihan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sulut Dapat Jatah 15 Ribu Rumah, Gubernur Yulius Selvanus Buka Peluang Kebangkitan Ekonomi Lewat Program Perumahan Nasional

Menurutnya, wajah daerah yang bersih dan tertata menjadi faktor utama daya tarik wisata.

Kebijakan WFH juga dikaitkan dengan upaya penghematan energi nasional. Gubernur meminta seluruh perangkat daerah lebih disiplin dalam penggunaan listrik dan fasilitas kantor.

“Matikan lampu jika tidak digunakan. Saya minta Inspektorat dan Satpol PP lakukan patroli setelah jam kerja. Jangan ada pemborosan,” tegasnya.

Langkah ini disebut sebagai bentuk kontribusi daerah terhadap situasi global yang menuntut efisiensi energi.

“Kalau lingkungan bersih, pasti sehat. Kebersihan itu bagian dari iman,” tutur Gubernur Yulius Selvanus.

(EL).