Internasional

Rusia Klaim Kuasai Desa Starytsya di Timur Laut Ukraina, Ukraina Belum Konfirmasi

113
×

Rusia Klaim Kuasai Desa Starytsya di Timur Laut Ukraina, Ukraina Belum Konfirmasi

Sebarkan artikel ini

Klaim muncul di tengah upaya perdamaian yang didorong Presiden AS Donald Trump
Sulut1news.com, Jakarta – Pasukan Rusia mengumumkan telah memperluas wilayah yang dikuasainya di wilayah timur laut Ukraina setelah mengaku merebut desa Starytsya di wilayah Kharkiv, yang berdekatan dengan perbatasan kedua negara. Pengumuman tersebut datang pada Minggu (25/1/2026), sebagaimana dilansir dari laporan Reuters, di tengah upaya perdamaian yang terus didorong oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Desa Dekat Perbatasan Dinyatakan Dikuasai

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa proses pengambilalihan desa Starytsya telah selesai. Lokasi desa tersebut tidak jauh dari kota Vovchansk, yang menjadi salah satu titik strategis karena berada dekat perbatasan Rusia-Ukraina – lokasi di mana pasukan Rusia sebelumnya melancarkan serangan lintas batas pada Mei 2024 lalu.

Baca Juga:  LAPORAN HAM INTERNASIONAL CATAT ANGKA KORBAN LEBIH TINGGI

Menurut pihak Moskow, wilayah sekitar Vovchansk dan Starytsya menjadi fokus utama operasi militernya dalam beberapa bulan terakhir. Tujuan utama dari serangkaian operasi tersebut adalah untuk memperluas keuntungan teritorial, meskipun menghadapi perlawanan yang dilakukan oleh pasukan Ukraina.

Ukraina Belum Mengakui, Laporkan Serangan Berulang

Sementara itu, pihak Ukraina belum memberikan konfirmasi mengenai klaim penaklukan desa Starytsya oleh Rusia. Staf Umum Militer Ukraina dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Sabtu (24/1) malam menjelaskan bahwa pasukan Rusia telah melancarkan enam kali serangan di area yang mencakup lokasi desa tersebut, namun tidak menyebutkan bahwa Starytsya telah jatuh ke bawah kendali Rusia.

Blog militer Ukraina DeepState, yang secara teratur melacak pergerakan kedua belah pihak berdasarkan informasi dari sumber terbuka, juga tidak menyebutkan nama desa Starytsya dalam laporannya pada Jumat (23/1). Meskipun demikian, laporan dari blog tersebut menyatakan bahwa pasukan Rusia “terus memberikan tekanan yang signifikan di wilayah sekitar kota Vovchansk.”

Baca Juga:  "Momentum Baru: Perempuan Iran Akhirnya Diizinkan Mengendarai Sepeda Motor

Rusia Juga Lakukan Serangan Terhadap Drone dan Fasilitas Energi

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengungkapkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan besar-besaran pada malam hari terhadap sejumlah lokasi pangkalan drone jarak jauh Ukraina serta fasilitas energi penting. Namun, pihak Moskow tidak memberikan rincian mengenai skala kerusakan yang ditimbulkan atau lokasi persis dari target serangan tersebut.

Kemajuan Rusia Terjadi di Beberapa Wilayah

Sejak beberapa bulan terakhir, pasukan Rusia telah menunjukkan pergerakan yang lambat namun konsisten ke arah barat di wilayah tenggara Ukraina. Bahkan, pihak Rusia secara rutin mengumumkan penaklukan desa-desa baru hampir setiap pekan.

Sebagian besar kemajuan teritorial Rusia tercatat terjadi di wilayah Donetsk, yang telah menjadi salah satu pusat pertempuran paling intens sejak awal invasi Rusia ke Ukraina. Selain itu, Rusia juga meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Ukraina di dua wilayah lainnya – wilayah Kharkiv di bagian timur laut dan wilayah Zaporizhzhia di selatan, di mana sebagian wilayahnya telah berada di bawah kendali Rusia sejak beberapa waktu lalu.
Redaksi Sulut1News