Internasional

LAPORAN HAM INTERNASIONAL CATAT ANGKA KORBAN LEBIH TINGGI

197
×

LAPORAN HAM INTERNASIONAL CATAT ANGKA KORBAN LEBIH TINGGI

Sebarkan artikel ini

Sulut1News, Teheran – Laporan dari kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional menunjukkan angka korban jiwa dalam gelombang protes di Iran jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi yang diumumkan pemerintah. Perbedaan angka yang signifikan ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi penanganan kasus dan perlindungan hak asasi manusia di negara tersebut.

HRANA: 4.519 Orang Tewas, Ribuan Laporan Masih Ditinjau

Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mencatat total korban tewas mencapai 4.519 orang. Angka tersebut mencakup rincian yang lebih terperinci, yaitu:

4.251 orang demonstran
– 197 personel pasukan keamanan
– 35 anak di bawah umur
– 38 warga sipil yang tidak terlibat aksi namun berada di lokasi kejadian

Baca Juga:  Lonjakan Obat Diet Usai Paten Berakhir, Pemerintah India Keluarkan Peringatan Keras

Selain itu, HRANA menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada 9.049 laporan kematian tambahan yang sedang dalam proses verifikasi dan peninjauan mendalam. Lembaga ini menjelaskan bahwa data mereka dikumpulkan melalui berbagai sumber, termasuk saksi mata langsung, dokumen medis, dan informasi dari keluarga korban.

Amnesty International: Pasukan Keamanan Sengaja Arahkan Senjata ke Bagian Vital

Organisasi Amnesty International juga mengeluarkan laporan terpisah yang mendokumentasikan praktik kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Iran selama menangani demonstrasi. Menurut laporan tersebut, pasukan keamanan sengaja ditempatkan di titik-titik strategis seperti jalan-jalan ramai dan atap gedung, dengan senjata api yang diarahkan langsung ke kepala dan dada pengunjuk rasa yang tidak bersenjata.

Baca Juga:  TEGANG! AS vs Iran di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

Amnesty International menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan, yang mengharuskan penggunaan kekerasan hanya sebagai pilihan terakhir dan proporsional. Lembaga ini juga meminta pemerintah Iran untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan terkait kasus-kasus kekerasan yang terjadi.

Panggilan untuk Transparansi dan Akuntabilitas

Kelompok HAM internasional bersamaan mengajak pemerintah Iran untuk membuka akses penuh bagi pihak independen untuk melakukan penyelidikan terhadap seluruh peristiwa yang terjadi selama gelombang protes. Mereka juga menekankan pentingnya memberikan kejelasan terkait nasib ribuan orang yang dilaporkan hilang atau ditahan dalam konteks demonstrasi.

Beberapa negara dan lembaga internasional telah menanggapi laporan ini dengan meminta pemerintah Iran untuk menghormati hak atas kebebasan berbicara dan berkumpul secara damai, serta menjamin perlindungan bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang atau pandangan politik.

Baca Juga:  Ketegangan Israel-Iran Mengamuk: "Konfrontasi Langsung Hanya Menunggu Waktu"

Redaksi Sulut1News