Ekonomi & BisnisInternasional

Pererat Kemitraan Strategis: Presiden Prabowo Bertemu Macron di Paris, Bahas Pertahanan hingga Perdamaian Dunia

98
×

Pererat Kemitraan Strategis: Presiden Prabowo Bertemu Macron di Paris, Bahas Pertahanan hingga Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Paris, Prancis – Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan yang bersejarah ke Republik Prancis, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diterima dengan sambutan hangat dan penuh kehormatan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis (28/5/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momen krusial untuk memperkuat ikatan persahabatan serta membahas langkah-langkah konkret guna meningkatkan kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika dan ketidakpastian yang melanda dunia saat ini.

Setelah melakukan pembicaraan tertutup, kedua pemimpin menyampaikan pernyataan pers bersama yang menjadi sorotan dunia internasional. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen tegas Pemerintah Indonesia untuk terus memperdalam dan memperluas kerja sama strategis dengan Prancis. Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya membawa manfaat timbal balik bagi kedua bangsa, tetapi juga memiliki arti penting yang besar dalam menjaga keseimbangan, keamanan, dan perdamaian di tingkat global.

“Kita hidup di masa yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian. Di tengah situasi seperti ini, peran Indonesia dan Prancis sangatlah penting dan strategis. Kami berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kemitraan strategis ini, dan bersama-sama memikul tanggung jawab besar dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran dunia,” tegas Presiden Prabowo di hadapan awak media.

Baca Juga:  AS–Iran Bertemu di Islamabad, Damai atau Eskalasi?

Pembahasan yang berlangsung hangat dan konstruktif mencakup berbagai bidang strategis yang menjadi prioritas bersama. Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama secara signifikan di sektor pertahanan, guna memperkuat kemampuan pertahanan dan keamanan masing-masing negara serta mendukung stabilitas kawasan. Selain itu, transisi energi dan pengembangan sumber energi bersih juga menjadi bahasan utama, sejalan dengan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Tidak hanya itu, kedua negara juga sepakat untuk mempererat hubungan di bidang pendidikan dan penelitian ilmiah. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mendorong inovasi, serta menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga:  Militer Tiongkok Luncurkan Latihan Tempur 2026, DF-17 Rudal Hipersonik Jadi Bintang Utama yang Tantang Pertahanan AS

Salah satu titik bahasan yang paling ditunggu dan memiliki dampak ekonomi yang sangat luas adalah percepatan penyelesaian perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa atau IEU‑CEPA. Presiden Prabowo menyambut baik dukungan dan langkah yang diambil Prancis untuk mendorong tercapainya kesepakatan ini, yang nantinya akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang jauh lebih luas bagi pelaku usaha di kedua belah pihak.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Prancis‑Indonesia (France‑Indonesia High Level Business Council). Forum ini dinilai sebagai langkah konkret yang sangat penting dalam memfasilitasi hubungan bisnis dan investasi. Ia juga menyambut baik kehadiran serta partisipasi berkelanjutan perusahaan‑perusahaan Prancis yang terus menanamkan investasi dan berperan aktif dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Dalam pembahasan yang menyangkut isu‑isu global dan kawasan, kedua pemimpin menyoroti secara khusus kondisi di kawasan Timur Tengah. Keduanya sepakat bahwa stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar dan dampak langsung terhadap ketahanan energi dunia serta kelancaran rantai pasok global. Oleh karena itu, menjaga perdamaian dan meredakan ketegangan di wilayah ini menjadi kepentingan bersama yang harus terus diperjuangkan.

Baca Juga:  Pasar Kerja AS Menguat di Maret, Tapi Sinyal Perlambatan Kian Terlihat

Secara spesifik mengenai konflik yang berkepanjangan di Palestina, Presiden Prabowo menegaskan kembali pendirian dan dukungan teguh Pemerintah Indonesia. Ia dengan jelas menyatakan bahwa satu‑satunya jalan yang paling adil, layak, dan berkelanjutan untuk mewujudkan perdamaian yang abadi adalah melalui pelaksanaan solusi dua negara. Hal ini sejalan dengan prinsip‑prinsip hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa‑Bangsa, yang menjamin hak kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina serta keberadaan dan keamanan negara Israel.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia dan Prancis terus bergerak maju berdampingan, menjadikan kemitraan strategis sebagai kekuatan penting dalam menjawab berbagai tantangan zaman, sekaligus menjadi landasan kokoh bagi kemajuan, kesejahteraan, dan perdamaian di tingkat regional maupun internasional.
(Eko)