Terkini

“Tidak Boleh Pulang Sebelum Pungut Sampah!” Gubernur YSK Dorong ASRI Sulut dengan Aksi Nyata

90
×

“Tidak Boleh Pulang Sebelum Pungut Sampah!” Gubernur YSK Dorong ASRI Sulut dengan Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Ribuan aparatur sipil negara (ASN), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan  unsur Forkopimda Sulawesi Utara tak  lagi tampil dengan seragam dinas untuk urusan kantor. Pada Jumat (6/2/2026) pagi, mereka bertransformasi menjadi  pasukan kebersihan yang turun langsung ke lapangan, mengawal Gerakan Indonesia ASRI sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto – dengan  satu perintah tegas dari Gubernur Yulius Selvanus (YSK): “Tidak ada yang bisa keluar kalau tidak pungut sampah.”

Sejak pukul 05.00 WITA, ratusan peserta  sudah berjajar di sepanjang pesisir  pantai dan kawasan publik kota Manado. Bukan untuk apel seremonial, melainkan dengan tujuan jelas: mengangkat satu per satu sampah yang berserakan –  mulai dari plastik, botol bekas, hingga limbah rumah tangga yang mengotori lingkungan.

Baca Juga:  AS Klaim Temukan Dugaan Uji Coba Nuklir China Tahun 2020, CTBTO dan Beijing Tolak Setuju

Gubernur Yulius tidak sekadar memberi  instruksi dari atas. Ia turun langsung ke  lokasi pertama, Manado Beach Walk (MBW) Malalayang, di mana disambut Wakil Gubernur Victor Mailangkay dan Kasdam XIII Merdeka. Tanpa banyak  protokol formal, gubernur langsung bergabung dengan peserta aksi memungut sampah.

Setelah membersihkan kawasan MBW,  rombongan bergerak ke Godbless Park, disambut Koordinator Stafsus Novi  Mewengkang dan Kepala Basarnas. Di sinilah lagi, pejabat, aparat, hingga staf  berkumpul bahu-membahu membersihkan setiap sudut kawasan publik, sambil Gubernur Yulius memeriksa secara langsung pekerjaan yang dilakukan oleh setiap kelompok.

“Tidak ada yang bisa keluar kalau tidak  pungut sampah,” tegasnya sembari  memeriksa tangan para peserta untuk  memastikan mereka benar-benar terlibat dalam aksi.

Di sela kegiatan, Gubernur Yulius  menegaskan bahwa persoalan sampah  saat ini bukan lagi hal yang bisa  dianggap remeh, melainkan tantangan bersama yang membutuhkan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  TIMUR TENGAH REKONSTRUKSI ALIANSI KEAMANAN: DARI "PENJAMIN TUNGGAL" KE BLOK-BLOK STRATEGIS BARU

“Hari ini kita lihat sampah, memang ini  tantangan. Tantangan untuk kita semua. Kita berharap masyarakat segera sadar,  mari kita budayakan bersih,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus menjadi  contoh nyata bagi masyarakat, bukan  hanya sekadar memberikan imbauan. “Melihat kondisi masyarakat yang masih  buang sampah sembarangan,  pemerintah hadir memberi contoh. Apa yang kita buat hari ini akan kita  jadwalkan rutin. Rutinitas ini lama-lama akan menjadi budaya,” tegas Gubernur Yulius.

Ia optimis, kebiasaan kecil yang  dilakukan secara terus-menerus akan  membentuk karakter masyarakat Sulut  yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Diketahui, Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2026. Program ini mengusung konsep Aman, Sehat, Resik (Bersih), dan Indah, dengan fokus pada aksi nyata mulai dari kerja bakti massal, penataan sampah, penertiban baliho serta kabel semrawut, hingga program ‘gentengisasi’ untuk mempercantik wajah hunian dan lingkungan.

Baca Juga:  Drone Iran Berpotensi Melumpuhkan Pertahanan AS, Waspada Pakar Kanada

Melalui gerakan ini, pemerintah berharap Sulut tidak hanya mendapatkan lingkungan yang bersih sesaat, tetapi benar-benar berubah menjadi daerah yang nyaman, sehat, dan layak huni bagi seluruh masyarakat. Dan pagi itu, di antara karung-karung sampah yang terisi penuh, pesan perubahan itu terasa sangat jelas – bahwa transformasi lingkungan dimulai dari tangan yang mau turun langsung beraksi.
(EL)