Sulut1news.com, Manado, 10 Februari 2026 – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Luar Biasa Tahun 2026 yang baru saja berakhir tidak hanya menentukan komposisi pengurus baru Bank SulutGo (BSG) periode 2026-2031, tetapi juga menandai tonggak penting transformasi tata kelola dengan mengedepankan sinergi antar daerah pemegang saham sebagai pijakan utama untuk mengukuhkan posisi BSG sebagai “bank milik bersama yang profesional”.
Dengan masuknya enam wajah baru di jajaran Komisaris dan Direksi, perombakan struktur ini tidak hanya membawa penyegaran, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan representasi yang lebih luas dan kapasitas keahlian yang beragam – salah satunya dengan memasukkan perwakilan dari Provinsi Gorontalo yang sebelumnya belum terakomodasi.
GS Vicky Lumentut, mantan Wali Kota Manado yang dikenal dengan kiprahnya dalam pembangunan kota, resmi menggantikan Ramoy Luntungan sebagai Komisaris Utama. Dalam pidatonya saat pelantikan, Vicky mengungkapkan visi baru yang akan dia dorong bersama jajaran pengurus lainnya.
“BSG tidak hanya menjadi bank yang mengelola dana daerah, tetapi harus berperan sebagai jembatan ekonomi antar daerah di kawasan Sulawesi,” ucap Vicky. “Kita akan mengoptimalkan kerja sama antara Sulawesi Utara, Gorontalo, dan daerah lainnya untuk mendorong sektor usaha lokal tumbuh lebih cepat.”
Perwakilan Provinsi Gorontalo, Rania Riris Ismail, yang dipercaya sebagai Komisaris, menambahkan bahwa kehadirannya di jajaran pengurus diharapkan dapat membuka akses keuangan yang lebih baik bagi pelaku usaha di Gorontalo serta memperkuat integrasi ekonomi antar provinsi.
Sementara struktur Komisaris mengalami perubahan signifikan, tiga posisi kunci di Direksi tetap dipegang oleh eksekutif berpengalaman yang dianggap krusial untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas kinerja:
– Revino Pepah tetap menjabat sebagai Direktur Utama
– Louisa Parengkuan masih mengemban tanggung jawab sebagai Direktur Operasional
– Joubert Dondokambey terus memimpin sebagai Direktur Umum
Keputusan untuk mempertahankan ketiga figur ini didasarkan pada evaluasi kinerja manajemen sebelumnya yang menunjukkan perkembangan positif dalam aspek pertumbuhan aset, kualitas kredit, dan jangkauan layanan.
“Kontinuitas pada posisi kunci ini menjadi fondasi stabilitas yang diperlukan agar langkah strategis baru dapat dijalankan dengan efektif,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, sebagai Pemegang Saham Pengendali bersama PT Mega Corpora yang memimpin RUPS. “Kita ingin memastikan bahwa penyegaran tidak mengganggu momentum pertumbuhan yang sudah terbangun.”
Tiga posisi Direksi baru yang ditetapkan membawa keahlian spesifik untuk memperkuat aspek kunci operasional bank:
– Tetty Rampengan (Direktur Kredit): Berpengalaman dalam manajemen risiko kredit, akan fokus pada peningkatan kualitas kredit serta perluasan akses kredit bagi UMKM dan sektor prioritas.
– Rudiyanto Katili (Direktur Dana): Akan mengoptimalkan pengelolaan dana pihak ketiga dan sumber pendanaan lainnya untuk mendukung ekspansi layanan serta meningkatkan efisiensi biaya.
– Mutesa Holdin (Direktur Kepatuhan): Bertugas memastikan bahwa seluruh operasional BSG sesuai dengan peraturan perbankan terkini serta standar tata kelola yang baik, sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan publik dan mitra bisnis.
Selain menetapkan pengurus, RUPS juga menyepakati arah kebijakan strategis perusahaan lima tahun ke depan, yang mencakup:
– Percepatan transformasi digital untuk mempermudah akses layanan perbankan bagi masyarakat di daerah terpencil.
– Peningkatan pemberian kredit berfokus pada sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
– Peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah se-Sulawesi untuk mendukung program pembangunan daerah.
(EL)






