Terkini

Trump Puji Ketangguhan Prabowo di Forum Board of Peace, Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

273
×

Trump Puji Ketangguhan Prabowo di Forum Board of Peace, Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) secara terbuka memuji Presiden RI dalam rapat perdana (BoP) di Washington DC, Kamis (15/2). Pujian itu menjadi sorotan dalam forum yang membahas masa depan Gaza dan konflik Palestina–Israel tersebut.

Di hadapan para pemimpin negara anggota, Trump menyebut Indonesia sebagai negara besar dan strategis, sekaligus menilai Prabowo sebagai sosok pemimpin yang tangguh.

“Secara khusus, Indonesia. Terima kasih banyak Indonesia. Sebuah negara yang luar biasa. Lihat pria itu (Prabowo). Lihatlah betapa tangguhnya dia. Anda seorang yang tangguh,” ujar Trump, seperti dikutip AFP.

Pernyataan tersebut menandai pengakuan terbuka Gedung Putih terhadap peran Indonesia dalam dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.


Indonesia Tegaskan Solusi Dua Negara

Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan kembali sikap konsisten Indonesia terkait konflik Palestina–Israel. Ia menekankan bahwa solusi dua negara (Two-State Solution) merupakan satu-satunya jalan damai yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Bank SulutGo: Optimisme Baru di Bawah Kepemimpinan Revino Pepah

“Bagi kita, the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” tegas Prabowo.

Indonesia juga menyatakan kesiapan mendukung misi kemanusiaan dan stabilisasi di Gaza. Bahkan, Prabowo membuka kemungkinan pengiriman pasukan TNI dalam waktu dekat sebagai bagian dari kontribusi internasional.

“Mungkin kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lagi, 1–2 bulan ini,” ungkapnya.

Langkah ini memperlihatkan pergeseran penting dalam diplomasi Indonesia—dari sekadar dukungan politik dan kemanusiaan, menuju keterlibatan lebih aktif dalam misi stabilisasi global.


Trump Janjikan Dana US$10 Miliar

Dalam rapat tersebut, Trump menjanjikan dukungan pendanaan sebesar US$10 miliar untuk program pemulihan Gaza. Ia juga mengklaim sejumlah negara mayoritas Muslim siap memberikan pendanaan serta dukungan pasukan guna memperkuat International Stabilization Force (ISF) di Gaza.

Baca Juga:  Malam Awal Tahun 2026 Gubernur Yulius Selvanus melakukan bakar ikan tuna hasil dari nelayan yang ada di Sulawesi Utara

“Kita akan membantu Gaza. Kita akan memperbaikinya. Kita akan membuatnya sukses,” ujar Trump.

BoP sendiri merupakan inisiatif multilateral yang digagas Trump dan resmi dibentuk pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss, di sela pertemuan (WEF). Organisasi ini dipimpin langsung oleh Trump sebagai Chairman.

Hingga pertengahan Februari 2026, sedikitnya 26 negara telah bergabung, termasuk , , , , dan . Israel juga dikabarkan baru bergabung dalam forum tersebut.


Situasi Gaza Masih Genting

Sejak Oktober 2023, militer melancarkan operasi besar-besaran di Gaza dengan dalih memburu Hamas. Serangan tersebut memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Data kemanusiaan (PBB) per 12 Februari 2026, berdasarkan laporan OCHA dan Kementerian Kesehatan Gaza, mencatat lebih dari 72 ribu warga Palestina tewas sejak Oktober 2023, mayoritas warga sipil termasuk anak-anak dan jurnalis. Korban luka dilaporkan melampaui 171 ribu orang.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Dijadwalkan Jadi Saksi Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim

Meski gencatan senjata disepakati pada 11 Oktober 2025, serangan sporadis masih terjadi. Tercatat 611 warga Palestina tewas sejak kesepakatan tersebut diberlakukan.


Momentum Diplomasi Global Indonesia

Kehadiran dan peran aktif Indonesia dalam Board of Peace memperkuat posisi Jakarta sebagai kekuatan diplomatik yang diperhitungkan, terutama dalam isu dunia Islam dan perdamaian global.

Pujian Trump terhadap Prabowo bukan sekadar basa-basi diplomatik. Di tengah kompleksitas konflik Timur Tengah, Indonesia kini tampil bukan hanya sebagai pendukung moral Palestina, tetapi sebagai aktor yang siap berkontribusi langsung dalam upaya stabilisasi dan rekonstruksi.

Bagi Indonesia, ini bukan hanya tentang Gaza. Ini tentang posisi strategis di panggung global—dan bagaimana diplomasi aktif dapat membuka ruang pengaruh yang lebih luas di tengah tatanan dunia yang terus berubah.

(EL)
Sumber CNN Indonesia