Sulut1news.com, Beijing 15 Mei 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah menawarkan bantuan resmi negaranya untuk memulihkan akses dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi tulang punggung perdagangan energi dunia. Selain itu, Xi juga memberikan jaminan tegas bahwa Tiongkok tidak akan mengirimkan peralatan militer apa pun untuk mendukung Iran dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Trump dalam wawancara eksklusif di acara Hannity yang disiarkan stasiun televisi Fox News, tak lama setelah ia menyelesaikan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan Xi Jinping di Beijing, Kamis (14/5) waktu setempat.
“Dia mengatakan dengan sangat tegas bahwa dia tidak akan memberikan atau mengirimkan peralatan militer apa pun ke Iran. Itu adalah komitmen yang jelas dan sangat penting,” ujar Trump, mengutip langsung janji yang disampaikan pemimpin Tiongkok tersebut saat berdiskusi mengenai situasi di Timur Tengah.
Trump menambahkan, Xi Jinping sangat memahami betapa krusialnya peran Selat Hormuz bagi ekonomi global, termasuk kepentingan Tiongkok sendiri sebagai salah satu pengimpor minyak terbesar dunia. Oleh karena itu, Beijing berkeinginan kuat agar jalur tersebut tetap terbuka, aman, dan dapat dilalui kapal-kapal dagang tanpa hambatan.
“Dia ingin sekali melihat Selat Hormuz kembali terbuka dan berfungsi normal. Bahkan dia berkata kepada saya, ‘jika ada hal apa pun yang bisa saya atau negara saya bantu untuk mewujudkan hal ini, saya bersedia dan ingin membantu sepenuhnya’,” ungkap Trump lagi, menceritakan isi pembicaraan mereka .
Selat Hormuz yang sempit merupakan jalur lalu lintas utama bagi sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia dan sebagian besar gas alam cair internasional. Ketegangan meningkat tajam di kawasan itu belakangan ini menyusul konflik bersenjata antara Iran dengan AS dan Israel, yang memicu kekhawatiran besar akan gangguan pasokan energi dan lonjakan harga bahan bakar global.
Dari sisi Tiongkok, posisi ini dinilai sangat strategis. Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Teluk Persia, Beijing memiliki kepentingan ekonomi yang besar agar stabilitas dan keamanan pelayaran di selat tersebut tetap terjaga. Di sisi lain, Tiongkok juga selama ini menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi yang erat dengan Iran, sehingga komitmen untuk tidak mengirimkan bantuan militer ini dianggap sebagai langkah penyeimbang yang signifikan dalam dinamika geopolitik kawasan.
Pemerintah Amerika Serikat menilai pernyataan dan tawaran bantuan dari Xi Jinping ini sebagai langkah maju yang berarti dalam upaya meredakan ketegangan dan menjaga arus perdagangan dunia tetap berjalan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi langsung dari pihak Kementerian Luar Negeri Tiongkok maupun pernyataan dari pemerintah Iran terkait pengungkapan yang disampaikan Trump ini.
Pertemuan Trump-Xi di Beijing ini menjadi sorotan dunia, karena menjadi momen penting untuk menyelaraskan kepentingan kedua kekuatan besar ekonomi dunia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari isu perdagangan, keamanan kawasan, hingga stabilitas energi internasional.
Redaksi






