Sulut1news.com, Jakarta – Situasi politik Timur Tengah memanas setelah media Iran melaporkan kabar mengejutkan tentang tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Sabtu (28/2) waktu setempat. Jika kabar ini terkonfirmasi, peristiwa tersebut berpotensi menjadi titik balik besar dalam peta geopolitik kawasan dan memicu perubahan kepemimpinan di Republik Islam Iran.
Laporan awal disiarkan oleh media Iran Tasnim News Agency dan Fars News Agency, yang memiliki kedekatan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Kedua media itu mengonfirmasi bahwa Khamenei menjadi korban dalam serangan udara yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel di ibu kota Teheran.
Namun sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi Iran sempat membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu. Dalam siaran langsung Al Jazeera, beberapa sumber menyatakan bahwa situasi di internal pemerintahan Iran masih belum sepenuhnya jelas.
Trump Klaim Khamenei Tewas
Kabar kematian Khamenei semakin menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menulis pernyataan di platform media sosial miliknya, Truth Social, yang menyebut bahwa serangan tersebut berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
> “Ali Khamenei sudah tewas. Ini peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” tulis Trump, seperti dikutip Reuters.
Pernyataan ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan perubahan rezim di Iran dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Mekanisme Suksesi Pemimpin Tertinggi Iran
Konstitusi Iran sebenarnya telah mengatur proses penggantian Pemimpin Tertinggi apabila terjadi kekosongan jabatan. Berdasarkan laporan Al Jazeera, kekuasaan sementara akan dijalankan oleh dewan tiga orang yang terdiri dari Presiden Iran, Kepala Kehakiman, dan seorang ulama dari Guardian Council.
Selain itu, muncul pula laporan yang menyebut bahwa Ali Larijani, yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, kemungkinan mendapat peran penting dalam masa transisi. Namun hingga kini informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Iran.
Dampak Global dan Potensi Konflik Baru
Jika kematian Khamenei benar-benar terkonfirmasi, analis menilai peristiwa ini dapat menjadi game changer dalam politik domestik Iran sekaligus memicu ketegangan baru antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Selain mempengaruhi stabilitas internal Iran, pergantian Pemimpin Tertinggi juga berpotensi mengubah arah kebijakan luar negeri negara tersebut, terutama terkait konflik di Timur Tengah, hubungan dengan negara Barat, serta dukungan terhadap kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang memastikan secara rinci kondisi terakhir Ayatollah Ali Khamenei maupun jadwal proses suksesi kepemimpinan.
(EL)
Berbagai sumber






