Sulut1news.com, 12 Januari 2026 – Pemerintah China mengumumkan penemuan potensi cadangan emas raksasa di Ladang Emas Wangu, Provinsi Hunan, yang diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 metrik ton. Jika terkonfirmasi, temuan ini berpeluang menempatkan China sebagai pemilik salah satu cadangan emas terbesar dunia.
Dari total potensi tersebut, sekitar 300 ton emas terindikasi berada pada kedalaman relatif dangkal, sementara nilai ekonominya ditaksir mencapai 600 miliar yuan. Meski demikian, para ahli menegaskan estimasi ini masih bersifat awal dan dapat berubah seiring eksplorasi lanjutan.
Biro Geologi Provinsi Hunan bersama Institut Geologi Hunan melaporkan telah menemukan lebih dari 40 urat emas pada kedalaman sekitar 2.000 meter, dengan pemodelan geologi menunjukkan mineralisasi berlanjut hingga 3.000 meter. Ribuan meter inti bor telah dianalisis untuk membangun model tiga dimensi kesinambungan endapan emas di bawah permukaan.
“Banyak inti bor menunjukkan emas yang terlihat secara visual,” kata pakar eksplorasi bijih Chen Rulin. Salah satu sampel bahkan mencatat kadar emas mendekati 138 gram per ton batuan, angka yang tergolong sangat tinggi. Namun, Chen mengingatkan bahwa kadar ekstrem pada satu titik belum tentu mencerminkan kualitas keseluruhan endapan.
Jika dibandingkan, cadangan potensial Wangu bahkan berpeluang melampaui tambang emas South Deep di Afrika Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu terbesar dunia dengan cadangan sekitar 870 ton emas.
Secara geologis, Ladang Emas Wangu berada di jalur orogen Jiangnan, kawasan kaya mineral akibat aktivitas tektonik purba. Wilayah timur laut Hunan sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu pusat produksi emas terpenting di China.
Ke depan, kelayakan tambang akan ditentukan oleh faktor kesinambungan urat, ketebalan endapan, serta tantangan teknis akibat kedalaman tambang. Jika eksplorasi lanjutan membuktikan zona emas yang tebal dan saling terhubung dengan kadar ekonomis, proyek ini berpotensi dikembangkan menjadi tambang emas berskala raksasa dengan dampak signifikan bagi industri pertambangan global.
(EL)






