PolitikSulut

Merajut Asa dan Pengalaman: Langkah Awal Kepengurusan Golkar Sulut 2025–2030 Bersilaturahmi dengan Sesepuh

25
×

Merajut Asa dan Pengalaman: Langkah Awal Kepengurusan Golkar Sulut 2025–2030 Bersilaturahmi dengan Sesepuh

Sebarkan artikel ini

​Sulut1news.com, Manado — Menatap perjalanan politik ke depan dengan fondasi kekeluargaan yang kuat, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) periode 2025–2030 mengambil langkah awal yang sarat makna. Dipimpin langsung oleh Ketua, dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARA (MEP), rombongan pengurus menggelar silaturahmi hangat dengan sesepuh Partai Golkar Sulut, Marlina Moha Siahaan (MMS), di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi agenda perdana di luar kantor partai pascarapat pleno perdana yang dihelat awal pekan lalu, Senin (12/10/2026). Langkah ini menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk tidak melupakan akar sejarah serta pentingnya merangkul kebijaksanaan dari para senior partai.
​Menjaga Estafet Perjuangan Antargenerasi

​Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika MEP bersama jajaran pengurus berdialog dari hati ke hati dengan MMS—yang juga dikenal sebagai mantan Bupati Bolaang Mongondow dua periode. Bagi jajaran pengurus baru yang diisi banyak figur muda, kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyerap pengalaman, pandangan, serta petuah politik langsung dari tokoh senior.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Investasi: Victor Mailangkay Bicara Tentang Masa Depan Anak Muda, Nelayan, dan Petani Sulut

​MMS menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kepengurusan MEP yang langsung bergerak cepat menyambangi para sesepuh di awal masa baktinya.
Menurutnya, kesinambungan antara energi kaum muda dan kearifan para senior adalah resep utama dalam menjaga denyut nadi organisasi.

​”Golkar harus kembali merebut kejayaannya di Sulawesi Utara. Walaupun tidak bisa instan, karena semuanya membutuhkan proses,” pesan MMS penuh motivasi kepada para pengurus muda.

​Pesan Kunci untuk Kejayaan Golkar Sulut
​Dalam arahannya, MMS menitipkan beberapa poin penting yang harus dipegang teguh oleh kepengurusan Golkar Sulut di bawah kepemimpinan MEP:
​Menjaga Kekompakan dan Solidaritas: Kebersamaan harus dijadikan kekuatan utama dalam menjalankan roda organisasi.

Baca Juga:  Monumen Pierre Tendean Diresmikan, Remboken Hidupkan Kembali Jejak Patriotisme Putra Daerah

Perbedaan pandangan politik adalah hal biasa, namun persatuan partai harus di atas segalanya.
​Komunikasi dan Kedekatan Tanpa Batas: Kader Golkar diingatkan untuk terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dari berbagai kalangan tanpa pandang bulu (jangan pandang bulu).

Kehadiran partai harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kerja-kerja sosial dan pengabdian nyata di tengah warga.
​MMS juga sempat mengenang kembali memori perjuangan bersama para tokoh sentral Golkar masa lalu di Sulut, seperti almarhum Prof. Jopie Paruntu dan Johana Nini Tumbuan.

​Komitmen Kuat MEP dan Jajaran
​Menanggapi berbagai masukan tersebut, dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP) menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dan petuah berharga dari MMS.
Ia menegaskan bahwa estafet kepemimpinan ini tidak akan berjalan optimal tanpa restu dan bimbingan dari para sesepuh.

Baca Juga:  30 Tahun Otonomi Daerah: Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Sinergi dan Efisiensi Wujudkan Asta Cita

​”Kami berkomitmen untuk terus bersilaturahmi dengan senior-senior Golkar. Pengalaman generasi terdahulu akan selalu menjadi bekal penting bagi kami dalam menjalankan tugas organisasi ke depan,” ungkap MEP.

​Kehadiran jajaran lengkap pengurus—termasuk Sekretaris DPD I Golkar Sulut Aditya Anugerah Moha, Wakil Ketua OKK Apler Bentian, serta para ketua DPD II dan pimpinan bidang lainnya—menunjukkan keseriusan dan soliditas barisan beringin di Bumi Nyiur Melambai.

​Dengan rajutan silaturahmi ini, Partai Golkar Sulawesi Utara optimis menapak jalan baru menuju konsolidasi yang lebih kuat, solid, dan siap merengkuh kepercayaan masyarakat luas pada masa bakti 2025–2030.(**/M).