Sulut1news.com, 6 Februari 2026 – Komitmen Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus untuk merespons kebutuhan warga terdampak bencana terlihat nyata lagi. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah curhatan disampaikan, sebanyak 3 unit kursi roda dan 2 tongkat walker langsung diserahkan kepada lansia pengungsi erupsi Gunung Ruang di Rusunawa Sagerat, Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, pada Jumat (6/2/26) pukul 11.30-12.00 WITA.
Kecepatan tanggap ini membuat para pengungsi terkejut dan penuh rasa syukur, mengingat bantuan yang sebelumnya diajukan ke Pemkab Kepulauan Sitaro belum terealisasi.
DARI CURHATAN MALAM HARI, BANTUAN DATANG PAGI HARI
Kisah kecepatan respons ini dimulai pada Kamis (5/2) sore, ketika beberapa lansia pengungsi asal Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, mengeluhkan kesulitan mobilitas di hunian sementara. Curhatan tersebut disampaikan kepada Theo Umbas, SSTP (Kepala Sub Bidang Rehabilitasi BPBD Sitaro) yang mendampingi pengungsi di lokasi, yang kemudian segera menyampaikannya ke tingkat provinsi.
Tak butuh waktu lama, perintah langsung dari Gubernur Yulius untuk memenuhi kebutuhan tersebut segera dieksekusi. Kegiatan penyerahan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr. Rima Fien Lolong, M.Kes., didampingi Theo Umbas dan Mayor Cba Selfianus, S.H. (Dantim Intelrem 131/Stg).
“Respon Bapak Gubernur sangat cepat, tidak pake lama! Kami terkejut, kemarin sore sampaikan, hari ini langsung diberikan,” ujar salah seorang lansia pengungsi yang menerima bantuan, sambil menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
BANTUAN TEKAN KEBUTUHAN PRAKTIS LANSIA DI HUNIAN SEMENTARA
Pemprov Sulut menjelaskan bahwa penyerahan alat bantu mobilitas ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup pengungsi lansia. Di hunian sementara, aksesibilitas dan kemudahan bergerak menjadi hal krusial yang dapat meminimalkan risiko cedera dan meningkatkan kenyamanan para lansia yang telah terpaksa meninggalkan rumah akibat erupsi Gunung Ruang.
Langkah ini juga menjadi bukti bahwa perhatian Pemprov Sulut tidak hanya fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal, tetapi juga pada kebutuhan khusus kelompok rentan seperti lansia.
MASYARAKAT APRESIASI PERHATIAN KHUSUS UNTUK KELompok TERDAMPAK
Kepada awak media, dr. Rima Fien Lolong menyampaikan bahwa kecepatan respons merupakan bentuk nyata dari komitmen Gubernur Yulius untuk selalu berada di sisi warga Sulut yang mengalami kesulitan. “Kami akan terus memantau kebutuhan pengungsi, terutama kelompok rentan, dan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta sampai dengan cepat,” ujarnya.
Masyarakat pengungsi di Rusunawa Sagerat ramai mengapresiasi langkah ini, menyebutkan bahwa perhatian khusus kepada mereka sebagai “masyarakat kecil” membuat mereka merasa tidak terabaikan oleh pemerintah.
(EL)






