Sulut

Standius Bara Nahkodai TIDAR, Visi Baru Lebih Inklusif

237
×

Standius Bara Nahkodai TIDAR, Visi Baru Lebih Inklusif

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Musyawarah Daerah (Musda) III Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum yang digelar di Four Points by Sheraton Manado pada Minggu (26/4/2026) itu justru menjadi penanda pergeseran arah gerakan politik anak muda di Bumi Nyiur Melambai—dari sekadar konsolidasi menuju gerakan yang lebih strategis dan berdampak.

Dalam forum tersebut, Standius Bara Prima Lumbaa, S.Ikom., M.Ikom., resmi terpilih sebagai Ketua TIDAR Sulawesi Utara periode 2026–2031. Kemenangannya bukan hanya hasil dukungan mayoritas peserta, tetapi juga mencerminkan keinginan kuat kader muda untuk menghadirkan kepemimpinan yang adaptif di tengah dinamika sosial-politik yang semakin kompleks.

Berbeda dari Musda sebelumnya, proses pemilihan kali ini berlangsung dinamis namun tetap terkendali. Adu gagasan lebih menonjol dibandingkan sekadar kompetisi figur, menunjukkan kematangan politik kader muda yang mulai bergeser ke arah substansi.

Baca Juga:  Kerugian Rp45 Miliar: Mantan Kadis ESDM dan Manajer Asing Ditetapkan Tersangka Korupsi Tambang PT HWR

Momentum krusial terjadi saat Ketua Umum TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyerahkan pataka organisasi kepada Bara Lumbaa. Simbol tersebut tidak hanya menandai estafet kepemimpinan, tetapi juga sinyal kuat bahwa TIDAR Sulut diharapkan mengambil peran lebih besar dalam membangun basis pemilih muda, khususnya menjelang kontestasi politik ke depan.

Dalam pidato perdananya, Bara Lumbaa menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada transformasi organisasi. Ia menilai, tantangan terbesar TIDAR bukan lagi pada eksistensi, melainkan pada relevansi di tengah perubahan zaman.

“Organisasi ini harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol. Kita akan memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput, sekaligus menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemuda,” tegasnya.

Baca Juga:  Menteri Abdul Mu’ti Pastikan Revitalisasi Sekolah Tepat Sasaran di Sulut

Lebih jauh, Bara juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, TIDAR Sulut harus menjadi ruang lahirnya pemimpin muda yang tidak hanya siap secara politik, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan kepekaan sosial.

Musda III ini sekaligus membuka babak baru bagi TIDAR Sulut untuk keluar dari pola lama yang cenderung elitis. Dengan komposisi kepengurusan baru, organisasi sayap pemuda Partai Gerindra ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas komunitas anak muda—mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa, hingga generasi digital yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam ruang politik formal.

Di tengah meningkatnya partisipasi politik generasi muda, hasil Musda ini menjadi sinyal bahwa TIDAR Sulut tengah bersiap mengambil posisi strategis: bukan hanya sebagai mesin kaderisasi partai, tetapi juga sebagai katalisator perubahan sosial di daerah.

Baca Juga:  GAMDI Sulut Resmi Terbentuk, Hence Madellu Terpilih Aklamasi Pimpin Penguatan Dapur MBG dan UMKM Pangan

Dengan legitimasi kuat dari pusat dan dukungan solid dari kader di daerah, kepemimpinan Bara Lumbaa kini diuji—apakah mampu menerjemahkan semangat besar Musda menjadi gerakan nyata yang berdampak luas bagi pemuda Sulawesi Utara.
EL