Sulut

Tak Sekadar Seremoni: Maruarar Pilih Tugas Negara, Akan Kembali ke Sulut Kawal Program Hunian

68
×

Tak Sekadar Seremoni: Maruarar Pilih Tugas Negara, Akan Kembali ke Sulut Kawal Program Hunian

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado — Agenda kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Sulawesi Utara mendadak mengalami penyesuaian. Baru sehari berada di Manado, ia harus kembali ke Jakarta, Rabu (8/4/2026), untuk menjalankan tugas strategis mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Namun di balik perubahan jadwal tersebut, komitmen pemerintah pusat terhadap penguatan program perumahan rakyat di daerah tetap terlihat jelas. Kehadiran Menteri PKP pada momentum besar Paskah Nasional 2026 di Manado tetap “hidup” melalui representasi keluarga dan keberlanjutan agenda kerja yang telah disusun matang.

Representasi dan Simbol Komitmen di Paskah Nasional

Ketidakhadiran langsung Maruarar di puncak perayaan Paskah di kawasan Pohon Kasih Megamas tidak mengurangi makna kehadiran pemerintah. Istri beliau, Shinta Triastuti, hadir sebagai representasi sekaligus simbol dukungan moral bagi ribuan umat Kristiani yang merayakan kebangkitan Kristus di Bumi Nyiur Melambai.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Pastikan Korban Banjir Siau Tak Kehilangan Hak Sipil di Tengah Pemulihan

Kehadiran tersebut menjadi pesan bahwa negara tetap hadir dalam momen spiritual masyarakat, meski pejabatnya harus berbagi peran dengan agenda kenegaraan yang tidak kalah penting.

Agenda Tetap Berjalan: Fokus pada Hunian Rakyat

Di tengah dinamika tersebut, rangkaian program strategis sektor perumahan di Sulawesi Utara tetap berjalan. Koordinasi lintas kementerian/lembaga bersama Pemerintah Provinsi Sulut memastikan tidak ada agenda yang tertunda.

Justru, kunjungan ini menjadi sorotan karena memperlihatkan pendekatan langsung pemerintah dalam memastikan kualitas program di lapangan—mulai dari perumahan subsidi hingga pemberdayaan masyarakat melalui skema bantuan stimulan.

Kembali dengan Agenda Padat dan Strategis

Maruarar dijadwalkan kembali ke Manado pada Kamis (9/4/2026) untuk melanjutkan kunjungan kerja yang lebih teknis dan menyentuh langsung masyarakat. Sejumlah agenda penting telah disiapkan:

Baca Juga:  Muswil PKB Sulut Dibuka Doa Kristen, Gubernur Yulius Selvanus: "Ini Cermin Sulut yang Harmonis"

Pengecekan Perumahan Subsidi di Desa Koka (Minahasa)
Peninjauan Perumahan Jaya Chidaatna Home dengan 184 unit rumah di atas lahan ±4,1 hektare, guna memastikan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Monitoring Program BSPS di Langowan
Kunjungan ke Desa Tempang Dua untuk melihat progres Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026, termasuk simulasi mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT) sebagai upaya transparansi distribusi bantuan.

Ziarah Keluarga Presiden
Agenda ziarah ke makam keluarga Presiden Prabowo Subianto di Langowan, sebagai bagian dari penghormatan terhadap akar keluarga yang berasal dari Sulawesi Utara.

Peninjauan Grazia Residence 2 di Tomohon
Kunjungan ke kawasan perumahan subsidi milik atlet nasional Greysia Polii di Tomohon Selatan, yang menjadi contoh kolaborasi antara tokoh nasional dan program penyediaan hunian rakyat.

Baca Juga:  Biro Pemerintahan Sulut Tancap Gas, Serapan Anggaran Tinggi dan Kinerja Melesat

Lebih dari Sekadar Kunjungan

Perubahan jadwal ini justru menegaskan satu hal: program perumahan nasional tidak bergantung pada seremoni, melainkan pada konsistensi pengawalan di lapangan. Kehadiran kembali Menteri PKP dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Sulawesi Utara tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan hunian layak.

Di tengah padatnya dinamika nasional, Manado dan sekitarnya tetap menjadi titik penting—bukan hanya sebagai tuan rumah perayaan keagamaan nasional, tetapi juga sebagai laboratorium implementasi kebijakan perumahan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
(EL)