Serangan di Masjid Syiah Menewaskan 31 Orang, IS Klaim Tanggung Jawab – PM Sharif Janjikan Hukuman Maksimal
Reuters/CNBC Indonesia, MANADO – 07 Februari 2026 17:45 WIB
Sulut1news.com – Suasana penuh kesedihan meliputi pemakaman korban ledakan bom bunuh diri yang mengguncang ibu kota Pakistan, Islamabad, pada hari Sabtu (7/2). Ribuan warga berkumpul di lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para korban, dengan tangisan yang pecah-lautan mengiringi prosesi pemakaman mereka.
Ledakan yang terjadi saat ribuan jemaah tengah menunaikan salat Jumat (6/2) di sebuah masjid Muslim Syiah telah menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya. Ini menjadi serangan paling mematikan di Islamabad sejak pengeboman Hotel Marriott pada September 2008 yang menewaskan 60 orang.
Kelompok ekstremis Negara Islam (IS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Berdasarkan data dari SITE Intelligence Group yang memantau komunikasi kelompok jihadis, IS menyatakan bahwa salah satu militannya menggunakan rompi berisi bahan peledak untuk menargetkan jemaah masjid, “menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka”.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif segera memberikan tanggapan tegas terhadap insiden ini. “Kita akan mengejar setiap pelaku dan pihak yang berada di balik serangan keji ini. Mereka akan diadili dengan penuh keadilan dan menerima hukuman yang setimpal,” ucapnya dalam siaran pers resmi.
Serangan tragis ini terjadi di tengah kondisi keamanan Pakistan yang semakin tegang. Aparat keamanan negara tersebut tengah menghadapi gelombang pemberontakan yang meningkat di beberapa provinsi selatan dan utara yang berbatasan dengan Afghanistan, memperparah tantangan stabilitas nasional.
Redaksi Sulut1News






