Sulut1news.com Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Sulut menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal suara generasi muda. Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulut, dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS (MEP), rombongan wakil rakyat Bumi Nyiur Melambai melakukan kunjungan kerja (kunker) ke ibu kota pada Sabtu (6/6/2026).
Agenda utama kunker ini adalah membawa dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa Sulawesi Utara agar didengar langsung oleh para penentu kebijakan di tingkat pusat.
Tidak tanggung-tanggung, rombongan DPRD Sulut menyambangi dua lembaga tinggi negara sekaligus, yaitu Gedung Nusantara Kompleks Parlemen RI dan Sekretariat Negara (Setneg).
Disambut Hangat Pimpinan DPR RI
Saat mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan, rombongan diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR RI yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Ir. Hj. Sari Yuliati, M.T.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi wadah bagi DPRD Sulut untuk memaparkan langsung poin-poin yang menjadi aspirasi mahasiswa di daerah.
Dalam kunjungan ini, Michaela Paruntu didampingi oleh Wakil Ketua Royke Anter, SE., ME., serta jajaran anggota Komisi I DPRD Sulut, di antaranya:
Hillary Tuwo, SE.
Rheza Waworuntu
Rasky Mokodompit
Memastikan Pencatatan Resmi di Sekretariat Negara
Usai berdialog di DPR RI, rombongan langsung bergerak menuju Kantor Sekretariat Negara.
Langkah taktis ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh berkas dan poin aspirasi mahasiswa Sulut tercatat secara resmi dalam administrasi kenegaraan. Dengan demikian, dokumen tersebut dapat segera diteruskan secara formal kepada kementerian dan lembaga terkait.
Di sela-sela kunjungan, dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS menegaskan bahwa pergerakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional mereka sebagai perpanjangan tangan rakyat.
”Tujuan utama kami datang langsung ke Jakarta adalah memastikan aspirasi daerah tidak terhenti di tingkat provinsi, melainkan benar-benar terdengar dan didengar oleh para pembuat kebijakan di pusat. Mahasiswa adalah tulang punggung masa depan Sulawesi Utara, maka hak bersuara mereka wajib kami perjuangkan,” tegas politisi yang akrab disapa MEP.
Kunjungan kerja maraton ini diharapkan dapat memperkuat sinergi tata kelola antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. (Mars).






