Terkini

YSK Tegaskan Koperasi Jadi Motor Ekonomi Rakyat, Pimpinan Dekopinwil Kabupaten/Kota se-Sulut Resmi Dilantik

145
×

YSK Tegaskan Koperasi Jadi Motor Ekonomi Rakyat, Pimpinan Dekopinwil Kabupaten/Kota se-Sulut Resmi Dilantik

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) kabupaten/kota se-Sulawesi Utara di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Jumat (6/3/2026).

Momentum pelantikan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan koperasi hingga ke daerah sekaligus mendorong pemanfaatan potensi ekonomi rakyat yang selama ini belum tergarap maksimal.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW Dekopinwil Sulut, Godbless Sofcar Vicky Lumentut, yang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulut atas dukungan penuh terhadap penguatan gerakan koperasi di daerah.

Dalam sambutannya, Vicky mengucapkan terima kasih kepada Gubernur YSK yang telah memfasilitasi pelaksanaan pelantikan di Graha Gubernuran. Ia juga memberikan apresiasi atas satu tahun kepemimpinan YSK–Victor Mailangkay yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional dan Porwanas 2027, Dukungan Gubernur Jadi Modal Utama

Menurut Vicky, salah satu tugas penting yang diberikan Gubernur YSK telah berhasil dituntaskan, yakni pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dekopin di seluruh kabupaten/kota yang berlangsung sejak 14 November 2025 hingga 31 Januari 2026.

“Proses Musda sudah selesai dilaksanakan di seluruh daerah. Ini menjadi dasar pembentukan kepengurusan Dekopinwil hingga ke tingkat kabupaten dan kota di Sulawesi Utara,” ujar Vicky.

Selain itu, Dekopinwil Sulut juga turut mengawal program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga saat ini, tercatat sudah terbentuk 1.838 koperasi di berbagai wilayah di Sulawesi Utara.

“Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Koperasi di kabupaten/kota agar program Presiden bisa berjalan dengan baik. Kami juga mendapat tugas mengawal program cerdas Gubernur terkait pengelolaan wilayah pertambangan rakyat,” tambahnya.

Baca Juga:  Buron Interpol Kasus TPPO dan Scam Kamboja Ditangkap di Bali, Polri Bongkar Modus Rekrutmen Kerja Gaji Tinggi

Sementara itu, Gubernur YSK dalam arahannya memuji kinerja cepat jajaran Dekopinwil Sulut yang mampu membentuk struktur kepengurusan hingga ke tingkat daerah dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam membangun gerakan koperasi yang solid dan terorganisir di Sulawesi Utara.

“Tidak sampai empat bulan semuanya sudah terbentuk lengkap. Ini luar biasa. Bisa jadi Sulawesi Utara merupakan provinsi dengan struktur Dekopin paling lengkap di Indonesia,” kata YSK.

Gubernur juga menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki banyak potensi ekonomi rakyat yang belum dikelola secara optimal, mulai dari sektor pertambangan rakyat, perikanan laut, perkebunan, hingga pertanian.

Jika potensi tersebut dikelola secara profesional melalui sistem koperasi, menurutnya hal itu akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  TANGIS PECAH-LAUTAN DI MAKAM KORBAN BOM BUNUH DIRI ISLAMABAD

“Majunya koperasi dan suksesnya koperasi ada di tangan kalian. Jika potensi-potensi ini dikelola secara optimal melalui koperasi, maka ekonomi Sulawesi Utara akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” tegasnya.

Usai pelantikan, Gubernur YSK juga langsung mengunjungi Kantor Dekopinwil Sulut untuk meresmikan sekaligus meninjau fasilitas kantor tersebut yang akan menjadi pusat koordinasi gerakan koperasi di daerah.

Kehadiran gubernur di kantor tersebut menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap penguatan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi berbasis rakyat di Sulawesi Utara.

(EL)