Terkini

Buron Interpol Kasus TPPO dan Scam Kamboja Ditangkap di Bali, Polri Bongkar Modus Rekrutmen Kerja Gaji Tinggi

290
×

Buron Interpol Kasus TPPO dan Scam Kamboja Ditangkap di Bali, Polri Bongkar Modus Rekrutmen Kerja Gaji Tinggi

Sebarkan artikel ini

Sulut1news.com, Jakarta – Upaya pelarian buronan internasional berakhir di Bandara Internasional , Sabtu (21/2). Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri menangkap Rifaldo Aquiono Pontoh, yang masuk dalam daftar buronan Interpol atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan sindikat penipuan online (scam) jaringan internasional di Kamboja.

Penangkapan dilakukan tim gabungan dari Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia Divisi Hubinter Polri, Ditreskrimum , serta Polres Bandara bersama pihak Imigrasi Bandara Ngurah Rai.

Kabag Jatinter Set NCB Interpol Divisi Hubinter Polri, Kombes Ricky Purnama, menjelaskan bahwa Rifaldo merupakan bagian dari jaringan internasional yang mengoperasikan praktik perdagangan orang berkedok perekrutan tenaga kerja di luar negeri.

Baca Juga:  SEMBILAN PEJABAT BERSAING KETAT JADI CALON SEKDAPROV SULUT – PEMPROV GUNAKAN SISTEM MANAJEMEN TALENTA UNTUK PILIH TERBAIK

“Rifaldo merupakan pelaku jaringan TPPO internasional dan penipuan online di Kamboja,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Modus Lowongan Kerja Bergaji Tinggi

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan media sosial untuk mengiklankan lowongan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar dan fasilitas menggiurkan di luar negeri. Korban yang tergiur kemudian diberangkatkan, namun setibanya di lokasi, mereka dipaksa bekerja tanpa bayaran sesuai janji.

Tak hanya itu, para korban juga mengalami penyitaan paspor, intimidasi, hingga kekerasan fisik. Sindikat bahkan memaksa korban membayar sejumlah uang dalam jumlah besar jika ingin mengundurkan diri atau kembali ke Indonesia.

Praktik ini merupakan pola umum jaringan scam internasional yang beroperasi di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Kamboja, dengan memanfaatkan kerentanan ekonomi calon korban.

Baca Juga:  Prabowo Bantah Boros; MBG Dibiayai dari Dana Hasil Efisiensi

Ditangkap Usai Terlacak dari Manila

Penangkapan Rifaldo bermula dari informasi perlintasan yang diterima dari NCB Manila. Diketahui, pada Jumat (20/2), Rifaldo berangkat dari Kamboja menuju Filipina dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Bali.

Berbekal informasi tersebut, tim gabungan bergerak cepat menuju Bali dan melakukan penangkapan sesaat setelah Rifaldo tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan intensif,” kata Ricky.

Komitmen Polri Kejar Jaringan Internasional

Penangkapan ini menjadi bukti penguatan kerja sama internasional melalui jaringan Interpol dalam memburu pelaku kejahatan lintas negara. Polri menegaskan komitmennya untuk menindak tegas sindikat TPPO dan scam yang merugikan warga negara Indonesia.

Baca Juga:  Kemhan Bantah Nepotisme, Tegaskan Noe Letto hingga Putra Hotman Paris Dipilih karena Kapasitas

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa prosedur resmi dan transparan.

Polri mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja serta tidak mudah tergiur janji manis di media sosial.

(EL / Sumber: CNN Indonesia)